Seperti dituturkan Eka Suwanto, anak dari pensiunan Pemadam Kebakaran, yang mengungkapkan kepuasan ayahnya saat pertama kali mengambil dana pensiun di Pos. Ia pun berharap ke depannya fasilitas semakin ditingkatkan.
Hingga kini, sekitar 500 ribu pensiunan menerima dana pensiunnya melalui kerja sama Pos Indonesia dengan Taspen dan ASABRI setiap bulannya.
Langkah ini juga dilakukan untuk memperluas jangkauan layanan hingga ke pelosok yang belum tersentuh perbankan, sekaligus mendukung efisiensi pemanfaatan aset negara dan mencegah tindak penipuan lewat pendataan yang lebih baik.
Keberadaan lebih dari 4.000 titik Kantorpos aktif di seluruh Indonesia menjadi bukti nyata bahwa lembaga ini bukan sekadar institusi logistik.
Bagi banyak pensiunan, Kantorpos adalah bagian dari perjalanan hidup: dari surat dinas pertama hingga gaji pertama. Kini, PT Pos Indonesia berupaya memperkuat peran itu dengan menghadirkan layanan keuangan yang lebih inklusif dan adaptif, tanpa meninggalkan sentuhan kemanusiaan.
Upaya modernisasi terus dilakukan, termasuk melalui digitalisasi layanan Pospay, program antar dana pensiun ke rumah bagi lansia dan yang sedang sakit, serta penyediaan akses pinjaman ringan.
Semua ini menjadi bagian dari komitmen Pos Indonesia untuk menjawab kebutuhan para pensiunan di era baru.
Tak sedikit keluarga pensiunan yang mengapresiasi perubahan ini. Seperti yang disampaikan Anisah, yang mendampingi ibunya mengambil dana pensiun di Kantorpos.
Ia merasa terkesan dengan pelayanan yang diberikan dan berharap Kantorpos terus mempertahankan nilai-nilai kemanusiaan dalam setiap layanannya.