Purbaya Sampaikan THR ASN, TNI, Polisi Cair di Pekan Pertama Bulan Puasa

Purbaya Sampaikan THR ASN, TNI, Polisi Cair di Pekan Pertama Bulan Puasa

Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2026 untuk Aparatur Sipil Negara (ASN), prajurit Tentara Nasional Indonesia, serta anggota Kepolisian Negara Republik Indonesia direncanakan mulai disalurkan pada pekan pertama bulan Ramadan.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan bahwa proses pencairan akan dimulai pada minggu pertama bulan puasa.

“(Pencairan THR) Minggu pertama puasa,” kata Purbaya saat dikonfirmasi wartawan di Jakarta, Jumat, 20 Februari 2026.

Advertisement

Ia belum memberikan rincian tanggal pasti penyaluran bagi ASN maupun personel TNI/Polri. Namun demikian, ia menegaskan bahwa distribusi tunjangan hari raya tersebut akan dilakukan dalam waktu dekat.

Anggaran THR dan Belanja Pemerintah

Pemerintah telah menyiapkan dana sekitar Rp55 triliun guna memenuhi pembayaran THR bagi ASN, TNI, dan Polri. Informasi tersebut disampaikan Purbaya dalam forum Indonesia Economic Outlook 2026 yang berlangsung di Wisma Danantara pada Jumat, 13 Februari 2026.

“Ada pasti nanti (pencairan THR ASN). Tapi, saya tidak tahu tanggal pastinya, yang jelas di awal-awal puasa kita harapkan udah bisa kita salurkan,” kata Purbaya.

Pemerintah berharap penyaluran yang dilakukan sejak awal Ramadan dapat membantu menjaga serta meningkatkan daya beli masyarakat.

Secara keseluruhan, proyeksi belanja pemerintah pada triwulan pertama 2026 mencapai Rp809 triliun, dengan alokasi THR ASN, TNI, dan Polri menjadi salah satu komponen di dalamnya.

Selain itu, terdapat sejumlah program lain yang juga dipercepat pendanaannya, antara lain:

  • Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp62 triliun
  • Rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera sebesar Rp6 triliun
  • Paket stimulus ekonomi senilai Rp13 triliun

Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi 2026

Purbaya menegaskan bahwa realisasi belanja pemerintah pada awal tahun akan dilakukan tepat waktu untuk menjaga kesinambungan momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Ia menilai kinerja ekonomi Indonesia yang solid sepanjang 2025 berpotensi berlanjut pada 2026.

“Prediksi kita di triwulan pertama, ekonomi kita bisa tumbuh antara 5,5 persen sampai 6 persen,” kata dia.

Menurutnya, sasaran pertumbuhan tersebut tergolong sangat tinggi. Apabila berhasil dicapai, Indonesia dinilai mampu keluar dari pola pertumbuhan di kisaran 5 persen yang selama ini terjadi.

Faktor Pendorong Konsumsi Masyarakat

Pemerintah juga terus mengupayakan penguatan konsumsi rumah tangga pada triwulan pertama 2026. Momentum libur nasional dan cuti bersama Tahun Baru Imlek serta Idul Fitri diperkirakan memberi kontribusi positif, ditambah penerapan kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang mendukung mobilitas masyarakat dan aktivitas ekonomi.

Advertisement