Puasa Dzulhijjah 2025

Kapan Puasa Dzulhijjah 2025, Berikut Ini Jadwal Niat dan Keutamaannya

Umat Islam sangat dianjurkan untuk melaksanakan puasa Dzulhijjah ketika bulan tersebut tiba, karena terdapat banyak keutamaan di dalamnya. Puasa Dzulhijjah adalah puasa sunnah yang dilakukan selama sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah, dimulai dari tanggal 1 hingga 9 secara berurutan.

Untuk mengetahui kapan puasa Dzulhijjah dimulai, penting untuk mengetahui awal bulan Dzulhijjah. Penetapan ini biasanya menunggu keputusan pemerintah melalui sidang Isbat dan hasil rukyatul hilal.

Puasa Dzulhijjah merupakan salah satu puasa sunnah yang sangat dicintai oleh Allah, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari, yang menyatakan bahwa tidak ada hari-hari di mana amal shalih lebih dicintai Allah daripada sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah.

Advertisement

Menurut informasi dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), terdapat tiga puasa sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan oleh umat Muslim pada bulan Dzulhijjah, yaitu puasa Dzulhijjah, puasa Tarwiyah, dan puasa Arafah. Untuk melaksanakan puasa-puasa ini, umat Muslim perlu mengetahui waktu pelaksanaannya dalam penanggalan Masehi.

Jadwal puasa Dzulhijjah 2025

Berdasarkan Kalender Hijriah 2025 yang diterbitkan oleh Kementerian Agama (Kemenag) RI, 1 Dzulhijjah 1446 H diperkirakan jatuh pada 28 Mei 2025. Oleh karena itu, puasa Dzulhijjah 2025 dapat dimulai pada hari Rabu, 28 Mei 2025. Berikut adalah rincian lengkap jadwal puasa Dzulhijjah 2025, termasuk puasa Tarwiyah dan Arafah:

Tanggal MasehiTanggal HijriahJenis Puasa
28 Mei 20251 Dzulhijjah 1446 HPuasa Dzulhijjah
29 Mei 20252 Dzulhijjah 1446 HPuasa Dzulhijjah
30 Mei 20253 Dzulhijjah 1446 HPuasa Dzulhijjah
31 Mei 20254 Dzulhijjah 1446 HPuasa Dzulhijjah
1 Juni 20255 Dzulhijjah 1446 HPuasa Dzulhijjah
2 Juni 20256 Dzulhijjah 1446 HPuasa Dzulhijjah
3 Juni 20257 Dzulhijjah 1446 HPuasa Dzulhijjah
4 Juni 20258 Dzulhijjah 1446 HPuasa Tarwiyah
5 Juni 20259 Dzulhijjah 1446 HPuasa Arafah

Namun, perlu dicatat bahwa jadwal di atas masih bersifat prediksi, karena penetapan resmi awal Dzulhijjah 1446 H/2025 baru akan dilakukan pemerintah setelah sidang isbat. Sidang tersebut dijadwalkan berlangsung pada 27 Mei 2025, pukul 16.00 WIB, di Kantor Kemenag, Jakarta. Sementara itu, organisasi Islam Muhammadiyah telah menetapkan bahwa 1 Dzulhijjah 1446 H jatuh pada Rabu, 28 Mei 2025, sesuai dengan Maklumat Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

Tata cara puasa Dzulhijjah

Sebelum melaksanakan puasa Dzulhijjah, umat Muslim juga perlu mengetahui niat puasa yang sesuai. Tata cara puasa Dzulhijjah mirip dengan puasa lainnya, dengan perbedaan pada niat. Berikut adalah langkah-langkah tata cara puasa Dzulhijjah:

Membaca Niat Puasa
Umat Muslim harus membaca niat puasa sesuai dengan jenis puasa yang akan dilakukan.

Sahur
Disarankan untuk melakukan sahur sebelum berpuasa.

Berpuasa
Puasa dimulai saat waktu imsak, di mana umat Muslim tidak diperbolehkan makan dan minum hingga waktu berbuka.

Menyegerakan Berbuka
Setelah waktu berbuka tiba, disunahkan untuk segera berbuka puasa.

    Dengan memahami informasi ini, diharapkan umat Muslim dapat mempersiapkan diri untuk menjalankan puasa Dzulhijjah dengan baik.

    Keutamaan Puasa Dzulhijjah

    Kembali melansir laman MUI, puasa di awal bulan Dzulhijjah memiliki keutamaan yang luar biasa. Bahkan, amalan yang dilakukan pada hari-hari tersebut disebut lebih utama dibandingkan jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah).

    Hal ini sebagaimana dalil yang disampaikan Ibnu Abbas RA:

    عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: مامن أيام العمل الصالح فيها أحب الى الله عزوجل منه فى هذه الأيام يعنى ايام العشر, قالوا ولاالجهاد فى سبيل الله؟ قال: ولا الجهاد فى سبيل الله, الا رجل خرج بنفسه وماله فلم يرجع من ذلك بشيء

    Artinya: “Dari Ibnu Abbas RA, dia berkata, ‘Tidak ada hari di mana amal saleh di dalamnya sangat dicintai Allah melebihi 10 hari pertama Dzulhijjah’. Para sahabat juga bertanya, ‘Apakah amal itu dapat membandingi pahala jihad fi sabilillah?’ Rasulullah menjawab, ‘Bahkan amal pada 10 hari Dzulhijjah lebih baik dari pada jihad fi sabilillah kecuali jihadnya seorang lelaki yang mengorbankan dirinya, hartanya, dan dia kembali tanpa membawa semua itu (juga nyawanya) sehingga dia mati sahid. Tentu yang demikian itu (mati sahid) lebih baik.'”

    Dikutip dari laman resmi NU Lampung, terdapat tiga keutamaan berpuasa pada sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah. Tiga keutamaan tersebut diantaranya yaitu:

    1. Dilipatgandakan Pahala
    Puasa sembilan hari pertama bulan Dzulhijjah mendatangkan pahala yang setara dengan berpuasa sunnah selama satu tahun. Dengan kata lain, puasa ini memberikan pahala yang berlipat ganda dibandingkan dengan ibadah di bulan lainnya.

    Rasulullah bersabda:

    مَا مِنْ أَيَّامٍ أَحَبَّ إِلَى اللّٰهِ أَنْ يُتَعَبَّدَ لَهُ فِيْهَا مِنْ عَشْرِ ذِي الْحِجَّةِ يَعْدِلُ صِيَامُ كُلِّ يَوْمٍ مِنْهَا بِصِيَامِ سَنَةٍ وَقِيَامُ كُلِّ لَيْلَةٍ مِنْهَا بِقِيَامِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

    Artinya: “Tidak ada hari-hari yang lebih Allah sukai untuk beribadah selain sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah, satu hari berpuasa di dalamnya setara dengan satu tahun berpuasa, satu malam mendirikan shalat malam setara dengan shalat pada malam Lailatul Qadar” (HR At-Tirmidzi).

    Maksud dari sebanding dengan satu tahun puasa pada hadits di atas adalah satu tahun puasa sunnah, bukan puasa Ramadhan (Mula Al-Qari’, Mirqâh Al-Mafâtîh, juz 3, h. 520).

    2. Penghapusan Dosa
    Puasa yang dilaksanakan pada tanggal 9 Dzulhijjah yakni pada hari Arafah bertujuan menghapus dosa selama dua tahun. Rasulullah SAW bersabda:

    صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِي بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُوْرَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِيْ قَبْلَهُ

    Artinya: “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu” (HR Muslim).

    Menurut mayoritas ulama, dosa-dosa yang dihapus sebab puasa Arafah adalah dosa kecil (An-Nawawi, Syarah Muslim, juz 3, h. 113).

    3. Hari Pembebasan dari Siksa Neraka
    Allah lebih banyak membebaskan hamba-Nya dari api neraka pada hari Arafah dibandingkan hari-hari lainnya. Rasulullah SAW bersabda:

    مَا مِنْ يَوْمٍ أَكْثَرَ مِنْ أَنْ يُعْتِقَ اللَّهُ فِيهِ عَبْدًا مِنَ النَّارِ مِنْ يَوْمِ عَرَفَةَ، وَإِنَّهُ لَيَدْنُو ثُمَّ يُبَاهِى بِهِمُ الْمَلاَئِكَةَ فَيَقُولُ: مَا أَرَادَ هَؤُلاَءِ؟

    Artinya: “Tidak ada hari dimana Allah membebaskan hamba dari neraka lebih banyak daripada Hari Arafah, dan sungguh Dia mendekat lalu membanggakan mereka di depan para Malaikat dan berkata: ‘Apa yang mereka inginkan?” (HR Muslim).

    Advertisement