Masalah tingginya angka putus sekolah di Jawa Barat menjadi perhatian khusus Gubernur Dedi Mulyadi. Untuk mengatasi hal ini, ia mengambil langkah kebijakan yang cukup kontroversial namun dianggap mendesak dan relevan dengan kondisi saat ini.
Melalui kebijakan terbarunya, Dedi memperbolehkan sekolah negeri di tingkat SMA dan SMK untuk menampung hingga 50 siswa dalam satu ruang kelas.